Rabu, 27 April 2016

SSH

SSH
Hai kali ini saya akan membahas tentang SSH...

Apa itu SSH???
SSH adalah aplikasi pengganti remote login seperti telnet, rsh, dan rlogin, yang jauh lebih aman. Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mengakses mesin secara remote. Sama seperti telnet, SSH Client menyediakan User dengan  Shell untuk remote ke mesin. Tidak seperti telnet, SSH menyediakan koneksi enkripsi antara klien dengan server. Dalam prakteknya, penggunaan menggunakan telnet dan ssh seperti perbedaan dengan mengakses website biasa dengan website yang lebih aman (HTTPS).



-          SSH dirancang untuk menggantikan service-service di sistem unix/linux yang menggunakan sistem plain-textseperti telnet, ftp, rlogin, rsh, rcp, dll).

-          Untuk menggantikan fungsi ftp dapat digunakan sftp (secure ftp), sedangkan untuk menggantikan rcp (remote copy) dapat digunakan scp (secure copy).

-          Dengan SSH, semua percakapan antara server dan klien di-enkripsi.

-          Artinya, apabila percakapan tersebut disadap, penyadap tidak mungkin memahami isinya.

Bayangkan seandainya Anda sedang melakukan maintenance server dari jauh, tentunya   dengan account yang punya hak khusus, tanpa setahu Anda, account dan password tersebut disadap orang lain, kemudian server Anda dirusak setelahnya.



-          Implementasi SSH yang banyak dipakai saat ini adalah OpenSSH

-          Aplikasi ini telah dimasukkan kedalam berbagai macam distribusi linux.  Redhat Linux versi 9 sudah menyediakan program tersebut dalam format RPM.



FITUR – FITUR

-          Protokol SSH menyediakan layanan sbb.:

o   Pada saat awal terjadinya koneksi, client melakukan pengecekan apakah host yang dihubungi sudah terdaftar pada client atau tidak.

o   Client mengirimkan proses autentifikasi ke server menggunakan teknik enkripsi 128 bit.

o   Semua data yang dikirimkan dan diterima menggunakan teknik enkripsi 128 bit sehingga sangat sulit dibaca tanpa mengetahui kode enkripsinya.

o   Client dapat memforward aplikasi Xwindows / X11 ke server, layanan ini dibuat



MANFAAT SSH

-          Dengan menggunakan SSH kita dapat bergerak bebas melalui stukrur file akun hosting.

-          Kita juga dapat menjalankan tugas seperti monitoring log file dan memulai atau menghentikan service ( berlaku di layanan VPS / Dedicated). Bahkan Kita juga dapat menggunakannya untuk install software ke akun hostingmu atau manage database MySQL.

-          SSH mengijinkan Kita untuk melakukan banyak hal lebih dari standard web

CARA KERJA SSH



-          Langkah 1 : Client melakukan koneksi ke port SSH ( 22 ) dan mengirimkan sebuah pesan bahwa client ingin membentuk sebuah hubungan informasi yang aman

-          Langkah 2 : Client dan server menyetujui untuk menggunakan sesi SSH tertentu. Nah, sesi disini dalam arti apakah menggunakan SSHv1 atau SSHv2. Kedua belah pihak harus menggunakan versi SSH yang sama. Kemudian kedua belah pihak membentuk 2 key yang nantinya digunakan untuk mengamankan informasi yaitu Public key dan Private Key.

-          Langkah 3 : Client meminta Public Key dan Host Key milik Server begitu juga sebaliknya, Server meminta Public key dan Host Key milik Client.

-          Langkah 4 : Server-Client Setuju untuk menggunakan algoritma tertentu ketika melakukan enkripsi nantinya, misal menggunakan DES.

-          Langkah 5 : Client melakukan Enkripsi Host Key dengan Public Key Server kemudian dikirimkan ke Server dan Server melakukan Decrypt dengan mengggunakan Private Key yang dimiliki oleh Server hal yang sama juga di lakukan oleh Server. Hal ini dilakukan untuk proses otentikasi bahwa memang benar peer pasangannya lah yang hanya bisa melakukan proses pengaman informasi dengan SSH.

-          Langkah 6 : Sampai disini koneksi telah terbentuk, dan client dapat selanjutnya bekerja secara interaktif pada server atau mentransfer file ke atau dari server. Informasi antar Client Sudah Bisa dilakukan.

Sekian,semoga bermanfaat:)

Senin, 25 April 2016

BLOCKING DAN BUFFERING

BLOCKING DAN BUFFERING

u  Blocking adalah Penempatan sejumlah record pada suatu block.
u  Block adalah unit data yang ditransfer. Block berukuran tetap berisi sekumpulan karakter yang dipindah dari penyimpan ke memori atau sebaliknya.
u  Ada 3 metode blocking :
Ø  Fixed Blocking
Ø  Variable-Length Spanned Blocking
Ø  Variable-Length UnSpanned Blocking
u  Record adalah unit untuk penyimpanan data di level logik atau file.
u  Ukuran rekord :
Ø  Berukuran tetap (fixed record)
Ø  Berukuran variabel (variable record)
FIXED BLOCKING
u  Fixed Blocking adalah Jumlah record pada suatu block sama dengan jumlah record pada block yang lainnya.
u  Batasan dalam penggunaan metode ini :
Ø  Fixed length record
Ø  Record length <= Block Size
Ø  Blocking Factor (Bfr) = [B/R]
u  Blocking factor adalah jumlah record yang dapat ditampung didalam satu block.

VARIABLE – LENGTH SPANNED BLOCKING

u  Block berisi record-record dengan panjang tidak tetap.
Jika satu record tidak dapat dimuat disatu block, sebagian record disimpan di block lain.



B = Block Size
P = Block Pointer
R = Panjang Record rata-rata
M = Record Mark

VARIABLE – LENGTH UNSPANNED BLOCKING
u  Block berisi record-record dengan panjang tidak tetap. Setiap record harus dimuat di satu block.

|
B = Block Size
R = Panjang Record rata-rata
M = Record Mark

TRANSFER RATE
u  Adalah Kecepatan transfer data aktual dari main memory ke secondary memory / sebaliknya. Satuan yang dipakai Byte/detik, kbyte/dt, Mbyte/dt.
u  Waktu yang dibutuhkan untuk membaca 1 record dengan panjang R byte adalah :
                         TR = R / t ms
u  Bila waktu yang diperlukan untuk mentransfer semua block = B/t, maka block transfer time (btt) :
                            btt = B / t
u  Block transfer time ditentukan oleh ukuran block (B)




BUFFER
u  Merupakan bagian memory yang dicadangkan dimana data secara sementara dipertahankan  menunggu kesempatan untuk melengkapi proses transfer ke atau dari device penyimpanan atau ke lokasi di memori.
u  Total Kapasitas Buffer = jumlah pemakai * jumlah file * buffer * kapasitas 1 block buffer
PEMBOROSAN RUANG
u  Besar ruang yang tidak digunakan untuk menyimpan data
u  Diukur berdasar relatif terhadap record (per record), yaitu:
Ø              Pemborosan karena Gap (WG)
Ø              Pemborosan karena Blocking (WR)
u 
NILAI PEMBOROSAN :





FIXED BLOCKING
 W= WG + WR
VARIABLE – LENGTH SPANNED BLOCKING

VARIABLE – LENGTH UNSPANNED BLOCKING








RATIONAL LATENCY
u  Merupakan waktu yang dibutuhkan untuk mecapai blok record yang diinginkan
 rational latency = ½ *((60*1000)/RPM)

CONTOH SOAL
Ukuran block (B) = 100 byte, block pointer (P) = 2 byte, panjang record rata-rata [R] = 30 byte, ukuran record mark (M) = 1 byte. Berapa Bfr dengan menggunakan :
1.      Spanned blocking
2.      Unspanned blocking


Pembahasan :











Data dicatat pada densitas 6250 byte per inchi(bpi), celah antar rekaman (gap) 0,75 inchi dan pita mempunyai panjang 2400 feet, serta kecepatan pemindahan data 200 inchi/detik dan waktu yang dibutuhkan untuk melewati celah antar rekaman 0,15 detik. Panjang record 100byte. Berapa waktu akses pada pita untuk memindahkan data !
Banyaknya record =
  
       




  

PENGANTAR TEORI BAHASA & OTOMATA


Hai,postingan saya kali ini tentang Pengantar dan Konsep pada Teori Bahasa dan Otomata

PENGANTAR TEORI BAHASA & OTOMATA
  Bahasa di dalam kamus adalah suatu sistem yang meliputi pengekspresian gagasan, fakta, konsep, termasuk sekumpulan simbol-simbol dan aturan untuk dilakukan manipulasi.

  Bahasa bisa juga disebut sebagai rangkaian simbol-simbol yang mempunyai makna.

  Otomata merupakan suatu sistem yang terdiri atas sejumlah state, di mana
state menyatakan informasi mengenai input

  Otomata juga dianggap sebagai mesin otomatis (bukan mesin fisik) yang merupakan suatu model matematika dari suatu sistem yang menerima input dan menghasilkan output.

  Hubungan di antara bahasa dan otomata adalah bahasa dijadikan sebagai input oleh suatu mesin otomata, selanjutnya mesin otomata akan membuat keputusan yang mengindikasikan apakah input itu diterima atau ditolak.

KONSEP TEORI BAHASA & OTOMATA
  1. Teori Bahasa adalah konsep-konsep pada "string alpabet “ dalam penyambungan karakter-karakter alpabet untuk membentuk suatu makna (bahasa).
  2.  Alpabet  adalah himpunan simbol (karakter) tidak kosong dan berhingga.
  1.  Alpabet digunakan untuk membentuk kata-kata (string-string) di bahasa. Bahasa dimulai dengan alpabet. Alpabet dilambangkan                 dengan Σ
  2. String adalah deretan simbol dari alpabet dimana perulangan simbol diijinkan.
    Contoh :
    V = {a,b,c,d}
    String pada alpabet V antara lain -> 'a','abcd','bbba‘
  1. Panjang String adalah jumlah simbol di dalam string bukan pada alpabet dan pengulangan kemunculan simbol dihitung. Panjang string    dilambangkan |w|

                    Contoh:
                    |ε| = 0
                    |a| = 1
                    |aa| = 2
                    |aaa| = 3
                    |aaab| =
    4
  2. Empty  String (null string) adalah string yang tidak mengandung simbol apapun. Lambangnya e    atau l
  3. Regular Expression adalah cara untuk mengekspresikan bahasa dengan hanya menggunakan operasi :
       Concatenation (Penyambungan)
       Superscript (Perkalian)
       Kleene closure (String Tanpa Simbol)
       Positif closure (Tidak Ada String Kosong Didalamnya)

Concatenation (Penyambungan)
Penyambungan dilakukan pada 2 karakter atau lebih membentuk 1 barisan karakter (string simbol).

Contoh :
'a' o 'b' = 'ab'
'ab' o 'baab' = 'abbaab'
Superscript (Perkalian)
Penyambungan dapat dianggap sebagai perkalian karena biasanya penulisannya adalah bila x dan y string, maka x o y adalah xy. sehingga pemangkatan dapat digunakan
Contoh :
VoV = VV = V2 ----> Panjang string = 2
Kleene closure (String Tanpa Simbol)
adalah string pada V, termasuk string kosong dimana ε string kosong (string tanpa simbol)
ε mempunyai sifat identitas, yaitu:
ε o x = x
x o ε = x
Positif Closure (Tidak Ada String Kosong Didalamnya)
V+ = V1 U V2 U V3 U ...
adalah himpunan string pada V, tidak ada string kosong didalamnya.
V0 = {ε}
adalah himpunan yang isinya hanya string kosong, dimana String kosong ε tidak sama dengan himpunan kosong

HIRARKI CHOMSKY
1.  Secara umum tata bahasa dirumuskan sebagai berikut :
α → β, yang berarti α menghasilkan β atau α menurunkan β.
Di mana α menyatakan simbol-simbol pada ruas kiri aturan produksi (sebelah kiri tanda ‘→’) dan β menyatakan simbol-simbol pada ruas kanan aturan produksi (sebelah kanan tanda ‘→’)
2  Simbol variabel / non terminal adalah simbol yang masih bisa diturunkan dan ditandai dengan huruf besar seperti A, B, C, dst.
3  Simbol terminal adalah simbol yang sudah tidak bisa diturunkan dan ditandai dengan huruf kecil seperti a, b, c, dst.
CONTOH ATURAN PRODUKSI
Ø  T à a  
                dibaca “T menghasilkan a“
Ø  E → T | T + E 
                dibaca “E menghasilkan T” atau
                            “E menghasilkan T dan E“
                Simbol | menyatakan ‘atau’, digunakan untuk mempersingkat penulisan aturan produksi yang mempunyai ruas kiri yang sama.
Tipe 0 / Unrestricted / Natural Language
Aturan :
1.  Simbol pada ruas sebelah kiri harus minimal ada sebuah simbol variabel
2.  Tidak ada batasan pada aturan produksinya.
                                Misal :   Abc        → De                     (diterima)
                                                ABC     → b                        (diterima)
                                                abc       GHI (ditolak, karena simbol pada sebelah kiri tidak
                                                                                ada sebuah simbol variabel)
Tipe 1/ Conteks Sensitive
Aturan :
1  Simbol pada ruas sebelah kiri harus minimal ada sebuah simbol variable
2  Panjang string pada ruas kiri ≤ panjang string pada ruas kanan
                |α | ≤ |β|.
                                Misal :
                                Ab             → DeF   (diterima)
                                CD            → eF      (diterima)            exception : S → ε (diterima)
                                ABC        DE                     (ditolak, karena jumlah simbol pada ruas sebelah kiri
                                                                                lebih bayak dari jumlah simbol pada ruas kanan)
Tipe 3/ RegulerAturan :
Aturan :
1  Simbol pada Sebelah kiri harus berupa sebuah simbol variabel
2  Simbol pada sebelah kanan maksimal hanya memiliki sebuah simbol variabel dan bila ada terletak di posisi paling kanan.
                Misal :   A  → e   (diterima)
                                A  → fgh (diterima)
                                A  → eH (diterima)
                                C  → D   (diterima)
                                A  Bc  (Ditolak, karena simbol variabel pada sebelah kanan harus
                                                berada pada posisi paling kanan)
  Aturan produksi seperti :
                ε → Abd
                bukan aturan produksi yang legal, karena simbol ε tidak boleh berada pada ruas kiri  
  Aturan produksi yang ruas kirinya hanya memuat simbol terminal saja, seperti :
a → bd
ab→ bd
bukan aturan produksi yang legal, karena ruas kiri juga harus memuat simbol yang bisa diturunkan.

Sekian dan semoga bermanfaat,tunggu postingan selanjutnya yah…


Sumber: PPT Teori Bahasa dan Otomata Bu Dine