Jumat, 17 Juni 2016

Metode Open Addressing dan Coalesced Hashing

Coalesced Hashing
Coalesced Hashing adalah metode penanganan collision yang menggunakan penunjuk untuk menghubungkan bagian-bagian yang memiliki persamaan kunci. Sebagai gambaran, proses ini digunakan untuk menyisipkan dan menghubungkan suatu record.
Coalesced Hashing meliki link, link ini menunjuk ke address dimana kunci yang collision ditempatkan. kunci yang mengalami collision diletakkan mulai dari akhir tabel. hash (key) = key mod P, dan P adalah bilangan prima ukuran tabel
Contoh :
Daftar kunci berikut akan disimpan secara langsung ke memory address dengan mod 10
201431309  รจ   20, 01, 14, 43, 31, 13, 30, 09

Peyelesaian
Hash (20) = 20 mod 10 = 0
Hash (01) = 01 mod 10 = 1
Hash (14) = 14 mod 10 = 4
Hash (43) = 43 mod 10 = 3
Hash (31) = 31 mod 10 = 1
Hash (13) = 13 mod 10 = 3
Hash (30) = 30 mod 10 = 0
Hash (09) = 09 mod 10 = 9
Langkah :
·         20 diletakan di posisi 0 karena 20 mod 10 = 0, dan posisi 0 masih kosong
·         Selanjutnya 1 diletakan di posisi 1 karena 01 mod 10 = 1, dan 1 masih kosong
·         14 diletakkan di posisi 4, karena posisi 4 masih kosong
·         Selanjutnya yang 43 diletakkan di posisi 3 karena posisi tersebut masih kosong
·         31 seharusnya diletakan di posisi 1, tapi karena posisi 1 sudah terisi 1 maka 31 ditempatkan di posisi paling akhir yang masih kosong yaitu 2. Karena posisi 1 sudah terisi oleh 31. Maka pada medan penghubung posisi 1 diisi dengan 2.
·         13 seharusnya diletakan di posisi 3, tapi karena posisi 3 sudah terisi oleh 43 maka 13 ditempatkan di posisi paling akhir yang masih kosong yaitu 5, Maka pada medan penghubung posisi 3 diisi dengan 5.
·         30 seharusnya diletakan di posisi 0, tapi karena posisi 0 sudah terisi 0 maka 30 ditempatkan di posisi paling akhir yang masih kosong yaitu 6. Dan pada medan penghubung posisi 1 diisi dengan 2 dan 6.
·         09 diletakan di posisi 8
ALAMAT
REKAMAN
MEDAN PENGHUBUNG
0
20
0
1
1
1
2
13
4
3
43
3
4
14
1,3,5
5
31
2
6
30
0,2,4,6
7


8
9






OPEN ADDRESING
Contoh :
Daftarkan kunci berikut  dengan linear probing jarak 2 dan f(key) = key mod 10.
20, 01, 14, 43, 31, 13, 30, 09
Penyelesaian
Kunci
F(key)
Proses
Address

Kunci
20
0
0
0
0
20
01
1
1
1
1
1
14
4
4
4
2
30
43
3
3
3
3
43
31
1
1, 3, 5
5
4
14
13
3
3, 5, 7
7
5
31
30
1
1, 3, 5, 7, 0, 2
2
6
13
9
9
3, 5, 7, 0, 2, 4, 6
6
7
13




8


Penjelasan
ร˜  Pada kunci 31 yang pertama seharusnya diletakkan di posisi 1 tetapi karena sudah berisi maka letakkan di posisi dengan lompatan 2 dari posisi 1 yaitu 3 tetapi posisi 3 juga sudah berisi sehingga lompat lagi ke posisi 5.
ร˜  Untuk kunci yang 13 seharusnya berada di posisi 3 namun posisi itu njuga sudah berisi jadi lakkukan lompatan sebanyak 2 lompatan ke posisi 5, namun posisi 5 juga sudah berisi maka lompat lagi ke posisi 7.
ร˜  Untuk kunci 30 yang kedua yang seharusnya berada di posisi 1 harus lompat ke posisi 3 tapi sudah penuh, ke posisi 5 lalu 7 lalu 0 kemudian 2 karena itu posisi yang masih kosong.

ร˜  Lalu pada kunci 9 terakhir letakkan di posisi 7 karena berdasarkan lompatannya maka kunci 9 berada di posisi 7 yang masih kosong.

Rabu, 01 Juni 2016

Latihan soal Transfer data Nama Lengkap


Tugas NFA engan E-Move (30Mei2016)



NFA dengan E-Move




Latihan Pile File




PILE FILE

PILE FILE

Merupakan organisasi file yang strukturnya sangat sederhana dan jarang sekali digunakan dalam pengolahan data elektronik.
Digunakan sebagai pembanding dalam mengevaluasi organisasi file lainnya yang strukturnya lebih baik
Data - data disusun berdasarkan urutan datangnya / masuknya data ke dalam file
Data - data yg masuk tidak dianalisa, dipilah-pilah atau dikategorikan mengikuti aturan panjang field

KARAKTERISTIK PILE FILE


  1. Panjang setiap field & recordnya bervariasi
  2. Elemen data yg disimpan pd masing-masing record kemungkinan bervariasi
  3. Bentuk / str
  4. Penyusunan urutan record-recordnya, dilakukan berdasarkan kronologis masuknya data
  5. uktur organisasinya sederhana
  6. Data / informasi yg masuk ke dlm file, disimpan tanpa diproses terlebih dulu
  7. Pembentukan Pile File dpt dilakukan dgn mudah & cepat
  8. Pencarian record data di dalam Pile File sangat sulit    
 
STRUCTURE & MANIPULATION
 
Struktur record pd pile file, harus terdiri dari elemen-elemen data yg saling berhub., dimana pd setiap elemen data diberikan Identitas, sehingga mempunyai Arti.
Identitas dari elemen data tsb, bisa berupa nama secara eksplisit, seperti : Umur, ataupun berupa kode , attribute.
Struktur di atas disebut : “ Self Describing Fields “
 
Cth : Umur = 40  ( Attribute_name, Value) 
Attribute_name pd pile file dpt menjadi : 
Complex-attribute, bila attribute tsb terbagi-bagi lagi dlm sejumlah attribute_name,  Value pairs

Pencarian record-record pada pile file dilakukan dengan cara menentukan beberapa attribute di dlm search-argumentnya.
Attribute-attribute yg ditulis pada search argument disebut  Key Attribute“, sedangkan attribute-attribute lainnya disebut “Goal Data“. Key menentukan record-record yg akan dicari sedangkan Goal Data merupakan elemen-elemen data.

 
PENGGUNAAN PILE FILE


Pile File merupakan struktur dasar dan tidak terstruktur.
Penggunaannya dapat digunakan pada:
1.File-file system
2.File Log (mencatat kegiatan)
3.File-file Penelitian / medis
4.File teks
5.config.sys


PEFORMANCE DARI PILE FILE


1.Record Size (R)
                File density dari pile file dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu :
a.Kebutuhan utk menyimpan attribute_name bersama-sama dengan datanya.

b.Data yang tidak dibutuhkan / data yangg tidak ada tidak perlu disiapkan (disediakan tempat / lokasinya)
                                R= a’ (A+V+2)
dimana:
a’            =             Rata2x jumlah field pada satu rekord
A             =             Panjang rata2x nama (deskripsi)atribut
V             =             Panjang rata2x nilai atribut
2              =             Separator untuk pemisah antar field dan antar
                                rekord

Berdasarkan kedua faktor di atas, maka :
1.Bila data yang disimpan heterogen maka pile file menjadi High Density
2.Bila banyak terdapat kerangkapan / duplikasi : attribute_name; maka pile file menjadi “ Low Density “
  
2.Fetch Record (TF)
Waktu yg dibutuhkan utk menemukan lokasi sebuah record sangat lama. Hal ini disebabkan karena semua record harus ditelusuri utk mencari elemen yg menjadi Key-attribute.

3.Get Next Record (TN)
Record-record tdk disusun berdasarkan urutan tertentu, maka record berikutnya yg akan diakses bisa berada dimana saja.



TN=TF

 
TF                  =             1/2b(B/t’) atau
TF                  =             1/2n(R/t’)
Dimana :
 b=jumlah blok di file
 B=ukuran blok
  n=jumlah rekord
 R=ukuran rekord
     t’=bulk transfer rate
    W=Pemborosan Ruang
    t’ = (t/2) (R/R+W)
   W = M+(P+G)/Bfr


4.Insert Record (TI)
Menyisipkan sebuah record baru dpt dilakukan dgn cepat dan mudah, hal ini disebabkan karena pd pile file tdk terdpt struktur record maupun urutan penyusunan record.


5. Update Record(TU)
a.Mencari lokasi yg akan diupdate
b.Merubah status record lama menjadi invalid
c.Kemudian tulis record baru pd akhir file


TI               =             s+r+btt+TRW
s              =             seek time
r              =             rotational latency
                r = ½ * ((60*1000)/RPM
btt          =             transfer data (B/t)
TRW        =             read/write blok data


TU                  =             TF+TRW
(pembaharuan dengan penimpaan)
TU                  =             TF+TRW+TI
(pembaharuan dengan penghapusan & penyisipan di akhir file)


6.Read entire (TX)
Proses membaca seluruh record pada pile, dilakukan dgn cara membaca record dari awal sampai akhir pile.


TX=2TF=n(R/t’)


7. Reorganization (TY)
Record-record yg sudah di update / didelete memiliki Tombstone Mark yg menyatakan record tsb sudah tdk valid lagi.
Kemudian record-record invalid yg sudah tdk     dibutuhkan tsb secara periodik dihilangkan  dgn cara, mengcopy pile file yg lama menjadi pile file yg baru. Dimana record yg invalid tdk dicopy.


TY=(n+o)(P/t’)+(n+o+d)(R/t’)

Sekian penjelasan tentang Pile File,semoga bermanfaat :)