Rabu, 01 Juni 2016

PILE FILE

PILE FILE

Merupakan organisasi file yang strukturnya sangat sederhana dan jarang sekali digunakan dalam pengolahan data elektronik.
Digunakan sebagai pembanding dalam mengevaluasi organisasi file lainnya yang strukturnya lebih baik
Data - data disusun berdasarkan urutan datangnya / masuknya data ke dalam file
Data - data yg masuk tidak dianalisa, dipilah-pilah atau dikategorikan mengikuti aturan panjang field

KARAKTERISTIK PILE FILE


  1. Panjang setiap field & recordnya bervariasi
  2. Elemen data yg disimpan pd masing-masing record kemungkinan bervariasi
  3. Bentuk / str
  4. Penyusunan urutan record-recordnya, dilakukan berdasarkan kronologis masuknya data
  5. uktur organisasinya sederhana
  6. Data / informasi yg masuk ke dlm file, disimpan tanpa diproses terlebih dulu
  7. Pembentukan Pile File dpt dilakukan dgn mudah & cepat
  8. Pencarian record data di dalam Pile File sangat sulit    
 
STRUCTURE & MANIPULATION
 
Struktur record pd pile file, harus terdiri dari elemen-elemen data yg saling berhub., dimana pd setiap elemen data diberikan Identitas, sehingga mempunyai Arti.
Identitas dari elemen data tsb, bisa berupa nama secara eksplisit, seperti : Umur, ataupun berupa kode , attribute.
Struktur di atas disebut : “ Self Describing Fields “
 
Cth : Umur = 40  ( Attribute_name, Value) 
Attribute_name pd pile file dpt menjadi : 
Complex-attribute, bila attribute tsb terbagi-bagi lagi dlm sejumlah attribute_name,  Value pairs

Pencarian record-record pada pile file dilakukan dengan cara menentukan beberapa attribute di dlm search-argumentnya.
Attribute-attribute yg ditulis pada search argument disebut  Key Attribute“, sedangkan attribute-attribute lainnya disebut “Goal Data“. Key menentukan record-record yg akan dicari sedangkan Goal Data merupakan elemen-elemen data.

 
PENGGUNAAN PILE FILE


Pile File merupakan struktur dasar dan tidak terstruktur.
Penggunaannya dapat digunakan pada:
1.File-file system
2.File Log (mencatat kegiatan)
3.File-file Penelitian / medis
4.File teks
5.config.sys


PEFORMANCE DARI PILE FILE


1.Record Size (R)
                File density dari pile file dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu :
a.Kebutuhan utk menyimpan attribute_name bersama-sama dengan datanya.

b.Data yang tidak dibutuhkan / data yangg tidak ada tidak perlu disiapkan (disediakan tempat / lokasinya)
                                R= a’ (A+V+2)
dimana:
a’            =             Rata2x jumlah field pada satu rekord
A             =             Panjang rata2x nama (deskripsi)atribut
V             =             Panjang rata2x nilai atribut
2              =             Separator untuk pemisah antar field dan antar
                                rekord

Berdasarkan kedua faktor di atas, maka :
1.Bila data yang disimpan heterogen maka pile file menjadi High Density
2.Bila banyak terdapat kerangkapan / duplikasi : attribute_name; maka pile file menjadi “ Low Density “
  
2.Fetch Record (TF)
Waktu yg dibutuhkan utk menemukan lokasi sebuah record sangat lama. Hal ini disebabkan karena semua record harus ditelusuri utk mencari elemen yg menjadi Key-attribute.

3.Get Next Record (TN)
Record-record tdk disusun berdasarkan urutan tertentu, maka record berikutnya yg akan diakses bisa berada dimana saja.



TN=TF

 
TF                  =             1/2b(B/t’) atau
TF                  =             1/2n(R/t’)
Dimana :
 b=jumlah blok di file
 B=ukuran blok
  n=jumlah rekord
 R=ukuran rekord
     t’=bulk transfer rate
    W=Pemborosan Ruang
    t’ = (t/2) (R/R+W)
   W = M+(P+G)/Bfr


4.Insert Record (TI)
Menyisipkan sebuah record baru dpt dilakukan dgn cepat dan mudah, hal ini disebabkan karena pd pile file tdk terdpt struktur record maupun urutan penyusunan record.


5. Update Record(TU)
a.Mencari lokasi yg akan diupdate
b.Merubah status record lama menjadi invalid
c.Kemudian tulis record baru pd akhir file


TI               =             s+r+btt+TRW
s              =             seek time
r              =             rotational latency
                r = ½ * ((60*1000)/RPM
btt          =             transfer data (B/t)
TRW        =             read/write blok data


TU                  =             TF+TRW
(pembaharuan dengan penimpaan)
TU                  =             TF+TRW+TI
(pembaharuan dengan penghapusan & penyisipan di akhir file)


6.Read entire (TX)
Proses membaca seluruh record pada pile, dilakukan dgn cara membaca record dari awal sampai akhir pile.


TX=2TF=n(R/t’)


7. Reorganization (TY)
Record-record yg sudah di update / didelete memiliki Tombstone Mark yg menyatakan record tsb sudah tdk valid lagi.
Kemudian record-record invalid yg sudah tdk     dibutuhkan tsb secara periodik dihilangkan  dgn cara, mengcopy pile file yg lama menjadi pile file yg baru. Dimana record yg invalid tdk dicopy.


TY=(n+o)(P/t’)+(n+o+d)(R/t’)

Sekian penjelasan tentang Pile File,semoga bermanfaat :)


 


 









 







 


 

Senin, 23 Mei 2016

Tugas sisipkan rekaman dengan kunci NIM anda masing-masing



Berkas Sekuensial Berindeks

Berkas Sekuensial Berindeks

Berkas Sekuensial berindeks dirancang dengan tujuan untuk menanggulangi permasalahan pengaksesan yang dimiliki oleh organisasi berkas sekuensial tanpa mengurangi keuntungan dan tradisi yang dimiliki oleh berkas sekuensial
Keunggulan sifat berkas sekuensial Berindeks :
1.Indeks terhadap berkas sehingga menghasilkan pengaksesan random yang lebih baik
2.Area overflow untuk menyediakan ruang bila dilakukan penambahan rekaman kedalam berkas.

Komponen Dalam Berkas Sekuensial Berindeks



Berkas sekuensial berindeks memungkinkan dilakukan pembacaan secara sekuensial
rekaman-rekaman yang berada didalam area primer. Rekaman tersebut dialokasikan di area
terpisah yang disebut over flow

Struktur Dasar

Pada sistem komputer, pada umumnya rekaman yang disimpan memiliki volume yang
terlalu besar untuk ditempatkan semuanya pada penyimpanan primer, sehingga
diperlukan adalanya media penyimpanan sekunder seperti disk untuk menyimpan
rekaman.

Bila yang digunakan adalah komputer dengan disk yang dapat diberi alamat melalui
bloknya, maka  digunakan track sebagai unit terkecil dalam mengelompokan informasi .

Unit selanjutnya adalah slinder, dan kemudian unit lainnya disebut indeks

Sebagai contoh adalah berkas sekuensial berindeks dengan format blok yang dapat
diberi alamat. Untuk memperjelas pemahaman dipilih rekaman-rekaman dalam sebuah
silinder tetapi indeks silinder tersebut berisi petunjuk ke berbagai silinder lainnya.

Sepasang masukan yang berisi informasi untuk masing-masing silinder dalam indeks
silinder adalah sebagai berikut :



Kunci merupakan kunci rekaman tertinggi dari rekaman-rekaman yang berada pada
slinder tersebut dan penunjuk merupakan penunjuk yang mengarah pada indeks track
untuk silinder tersebut.

Satu pasang berisi informasi yang berada pada area penyimpanan primer dan sebuah lagi
memiliki informasi pada rekaman overflow yang diasosiasikan dengan track tresebut.
Untuk masing-masing track masukan-masukan tersebut memiliki bentuk sebagai berikut :







Kunci pada pasangan pertama menunjukan kunci tertinggi pada track yang berada pada area
penyimpanan primer, dan kunci yang berada padfa pasangan kedua menunjukan kunci
tertinggi yang berada pada overflow yang diasosiasikan pada track tersebut.

Penunjuk primer memberikan indikasi bahwa track berisi rekaman primer dan penunjuk
overflow menunjukan rekaman pertama yang berada pada area overflow (jika ada) yang
diasosiasikan dengan track tersebut

Contoh Struktur Awal Berkas Sekuensial Berindeks
















Menyisipkan Rekaman

Sisipkan Rekaman dengan kunci 13 pada Berkas












Rekaman dengan Kunci 13 berada pada silinder 1, mengingat pada rekaman tertinggi pada
silinder 1 adalah 250  (13 lebih kecil dari 250)

Posisi 13 masuk ke posisi 15, 15 bergeser ke 20, dst dan kemudian 25 berpindah ke track 9
nomor 1 dan di berikan simbol 

Dengan pemindahan tersebut maka kunci tertinggi pada track 1 adalah 22 sehingga masukan
indeks  track pasangan pertama harus berubah dari 25 menjadi 22

Dan penunjuk pada masukan indeks track pasangan kedua harus pengarah pada track 9 rekaman nomor 1

atau (9-1)

Menyisipkan Rekaman

Sisipkan Rekaman dengan kunci 13 pada Berkas

Sisipkan rekaman 13 ke alamat ini :













Selanjutnya sisipkan Rekaman dengan kunci 27
Sisipkan rekaman 27 ke alamat ini :













Menyisipkan Rekaman
Selanjutnya sisipkan Rekaman dengan kunci 27

Sisipkan rekaman 27 ke alamat ini :













Menyisipkan Rekaman
Selanjutnya sisipkan Rekaman dengan kunci 26

Sisipkan rekaman 26 ke alamat ini :












Menyisipkan Rekaman
Selanjutnya sisipkan Rekaman dengan kunci 26

Sisipkan rekaman 26 ke alamat ini :










Menyisipkan Rekaman
Selanjutnya sisipkan Rekaman dengan kunci 58
Sisipkan rekaman 58 ke alamat ini :











Menyisipkan Rekaman
Selanjutnya sisipkan Rekaman dengan kunci 58
Sisipkan rekaman 58 ke alamat ini :










Menghapus Rekaman
Hapus Rekaman dengan kunci 15
Hapus rekaman dengan kunci 15 pada alamat ini :  
          








Menghapus Rekaman
Hapus Rekaman dengan kunci 15
Hapus rekaman dengan kunci 15 pada alamat ini : 
       










Menghapus Rekaman
Hapus Rekaman dengan kunci 65
Hapus rekaman dengan kunci 65 pada alamat ini :  
          









Menghapus Rekaman
Hapus Rekaman dengan kunci 65
Hapus rekaman dengan kunci 65 pada alamat ini :   
         









Jika rekaman tersebut berada pada area penyimpanan overflow & mengandung informasi tentang
penunjuk untuk rekaman selanjutnya maka penunjuk pada rekaman yang di hapus harus diatur
kembali.


KESIMPULAN:
Berkas sekuensial berindeks bertujuan untuk menanggulangi permasalahan pengaksesan yang
dimiliki oleh organisasi berkas sekuensial tanpa mengurangi kelebihan dan tradisi yang dimiliki
berkas sekuensial

Berkas sekuensial berindeks memiliki kelebihan di bandingkan dengan berkas sekuensial yaitu :

1.Indeks terhadap berkas sehingga menghasilkan pengaksesan random yang lebih baik
2.Area overflow untuk menyediakan ruang bila dilakukan penambahan rekaman kedalam berkas

Sekian penjelasan tentang Berkas Seuensial Berindeks
Semoga bermanfaat :)















Rabu, 27 April 2016

IP Address


IP Address

Apa itu IP Address ?
IP Address (Internet Protocol Address) merupakan deretan angka biner antara 32 bit sampai dengan 128 bit yang digunakan sebagai alamat identifikasi untuk tiap computer host dalam jaringan internet. Angka 32 bit digunakan untuk alamat IP Address versi IPv4 dan angka 128 bit digunakan untuk IP Address versi IPv6 untuk menunjukkan alamat dari komputer pada jaringan internet berbasis TCP/IP.

IP Address tersebut memiliki identitas numerik yang akan dilabelkan kepada suatu device seperti komputer, router atau printer yang terdapat dalam suatu jaringan komputer yang menggunakan internet protocol sebagai sarana komunikasi.

 Fungsi IP Address :
1.     IP Address digunakan sebagai alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan
2.    IP Address digunakan sebagai alamat alokasi jaringan

  Jenis IP Address
1.     IP Address versi IPv4
Internet protocol version 4 terdiri dari 32-bit dan bias menampung lebih dari 4.294.967.296 host di seluruh dunia. Sebagai contoh yaitu 172.146.80.100, jika host di seluruh dunia melebihi angka 4.294.967.296 maka dibuatlah IPv6.

2.    IP Address versi IPv6
Diciptakan untuk menjawab kekhwatiran akan kemampuan IPv4 yang hanya menggunakan 32 bit untuk menampung ip address di seluruh dunia.

Internet protocol versi 6 ini terdiri dari 128 bit. IP ini 4 kali dari IPv4, tetapi jumlah host yang bisa ditampung bukan 4 kali dari 4.294.967.296 melainkan 4.294.967.296 pangkat4, jdi hasilnya 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456.

  
 Skema IP ADDRESS
1.     IP ADDRESS terdiri dari 32 bits

2.    32 bit diagi menjadi 4 bagian. Setiap bagian terdiri dari 8 bit

3.    Terbagi menjadi dua bagian. Bagian NetworkID dan bagian HostID
-NetworkID, = dalam satu jaringan NetID untuk semua jaringan sama

-HostID = Biasa disebut IP Address, dalam satu jaringan tidak ada yang nomor IP-nya sama.


IP Address mempunyai 2 bagian.
1.     Network
2.    Host

IP Address dibagi kedalam kelas A, B, dan C untuk menyatakan jaringan yang besar, medium dan kecil, sedangkan kelas D digunakan untuk mlticasting dan kelas E digunakan IETF untuk research.
Klasifikasi Jaringan Internet
selanjutnya langsung saja di praktikan pada centOS6 terminalnya :

diketahui dari gambar di atas, IP ADDRESS nya adalah 192.168.1.233
16 merupakan nomor komputer yang sedang ditempati.







kemudian, masuk ke super user seperti pada gambar di atas.

 lalu, akan muncul tampilan seperti gambar di atas.

pada gambar terdapat penjelasan seperti berikut :

-bootproto = static artinya adalah memberi IP secara manual dan static.

-IPADDR adalah IP sendiri kalau seandainya IP ingin anda ubah anda tinggal   mengubahnya dengan menekan tombol "i" pada keyboard anda yang artinya adalah insert.

-Gateway adalah penghubung . gateway 100 adalah berarti langsung menembak ke server nya.

-DNS1 adalah penggantian nama server nya.

-Netmask adalah jika IP ini adalah memakai kelas H, maka dapat dilihat dari tabel jika kelas H maka default nya 255. 255. 0
untuk mengubah IP dapat dilihat pada gambar di atas bahwa 016 di ganti menjadi 246.
Sekian penjelasan dari IP ADDRESSING, terima kasih...